Pengumuman

Maret ini, Kementerian Eksternal BG sedang mempersiapkan acara besar untuk semua angkatan BG:
Temu Akbar Alumni!

Narahubung

Butuh informasi tentang situs ini maupun tentang Bumi Ganesha? Hubungi admin. Currently support Bahasa Indonesia, English, and Basa Jawa.
Okihita

Menginap?

Pria? Berencana untuk menginap beberapa hari di Bandung? Hubungi 0813 3560 7447 untuk mengecek ketersediaan kamar dan fasilitas.

Pesan Presiden Pandu

Selamat dan terima kasih untuk Reza [GL '09], Haikal [AR '10], dan Ridwan [MA '10] sebagai BP terbaik periode ini. Sipp, Bro!
 

 

Sa Kasur, Sa Dapur, Sa Sumur, Sa Lembur

Pagi yang sibuk untuk warga Cisitu Lama, RW 12. Minggu, 22 April 2012, Ketua RW 12, Pak Atep Tuparsa, bersama Pak Wawan, Ketua RT 7, RW 12 mengajak warga BG untuk ikut serta dalam kegiatan kerja bakti. Agenda kerja bakti kali ini adalah membersihkan sampah yang berserakan di sepanjang jalan Cisitu Lama, mulai dari jalan depan Gedung Pusdiklat Geologi sampai  jalan Cisitu Lama 7, RT 7, RW 12 (dekat tower). Dari warga BG diwakili oleh Mas Novel, Mas Pandu, Mas Aji, Hamid, Oji, Hafidz dan Kabir Sosmas.

Berbagai lapisan warga, dari bapak, ibu, hingga pemuda bahu-membahu membersihkan jalan dari sampah dan rumput-rumput liar. Bermodalkan cangkul, sapu lidi, hingga yang bertangan kosong pun tidak mau kalah untuk turun membantu. Sadar akan posisi dirinya yang tinggal bersama di tengah-tengah lingkungan masyarakat menjadi semangat pemersatu warga.

Kegiatan di awali dengan mencabuti rumput yang tumbuh liar di sepanjang badan jalan, kemudian menyapu rumput dan sampah yang berserakan untuk dikumpulkan di satu tempat. Ada yang bertugas mencabut rumput, menyapu dan mengumpulkan sampah, dan membuang sampah ke pembuangan sampah akhir. Semuanya dilakukan bersama dengan ikhlas.

Foto 1 : Warga BG bersama warga RW 12 bekerja bakti bersama

Foto 2 : Perwakilan dari warga BG ikut menyapu dan membuang sampah

Foto 3 : Baik bapak dan ibu bersama-sama memungut sampah

Setelah semua  jalan bersih dari sampah,  sampah kemudian dikumpulkan di pembuangan sampah akhir tepat di belakang tower. Pak Wawan berencana untuk menimbun sampah-sampah di pembuangan sampah akhir ini dengan tanah yang kemudian akan dibuat taman di atasnya. “Sudah bertahun-tahun warga membuang sampahnya di sini, hingga akhirnya sampah menggunung sampai sekarang. Pembuangan sampah ini akan kita timbun dengan tanah yang selanjutnya akan kita buat taman di atasnya.”, ujar Pak Wawan ketika ikut berkerja bakti bersama warga. Setelah pembuangan sampah ditimbun dengan tanah, warga beramai-ramai membuat pintu untuk menutup daerah tersebut. Tujuannya agar warga tidak sembarangan lagi membuang sampah di tempat pembuangan sampah ini. Warga akan disosialisasikan untuk membuang sampah di tempat pembuangan sampah di Jalan Sangkuriang.

Foto 4 : Mas Novel dengan dibantu warga mengangkat tanah untuk menimbun sampah

Foto 5 : Tempat pembuangan sampah yang akan dibuat taman

Foto 6 : Warga yang sedang kerja bakti bersama

Setelah kerja bakti selesai, warga bersama-sama menyantap hidangan yang telah disediakan oleh ibu-ibu. Terasa sekali keharmonisan warga RT 07, RW 12 melalui kegiatan kerja bakti seperti ini.

Yoga Sukma Anggita / Kepala Biro Sosial Masyarakat

 

Malam ini (22/04), seluruh calon penghuni mempresentasikan tugas akhir pengaderan mereka di Bumi Ganesha. Sebanyak 15 dari 17 capeng hadir dan mempresentasikan gagasan, pengumpulan data, dan analisis mereka untuk memajukan asrama ini dalam berbagai aspek.

Pembuatan Tugas Akhir adalah salah satu tugas dalam rangkaian pengaderan calon penghuni Asrama Bumi Ganesha. Satu tahun pengaderan BG terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama, yang dilakukan di semester satu, adalah masa pengaderan pasif. Di tahap pertama ini, para capeng akan mendapat berbagai seminar, antara lain tentang sejarah asrama, kepengurusan organisasi, dan kewirausahaan. Di tahap satu ini jugalah keakraban internal para capeng diperkuat. Pada tiap akhir tahun, para capeng (mahasiswa tahun pertama di BG) dan pengader (mahasiswa tahun kedua di BG) akan mengadakan jalan-jalan ke daerah wisata terdekat.

Tahap kedua di semester dua merupakan masa penerapan pengetahuan yang didapatkan oleh para capeng. Di awal tahun, para capeng akan diminta untuk bekerja sama melaksanakan sebuah acara eksternal.

Setelah acara eksternal dilaksanakan, para capeng lalu akan ditugaskan untuk magang di departemen-departemen Badan Pengurus. Bersama-sama dengan mahasiswa tingkat dua dan tiga, mereka akan mengerjakan tugas-tugas rutin asrama. Di masa akhir magang, para capeng akan diminta untuk membuat sebuah tugas akhir yang berkaitan dengan departemen tempat mereka magang. Tugas akhir ini merupakan syarat mutlak bagi calon penghuni untuk diterima sebagai penghuni tetap asrama.

 

Tidak hanya sekedar asrama untuk tempat tinggal mahasiswa,

BG ada untuk berupaya guyub dan bersahabat dengan masyarakat sekitar.

 

Kesadaran akan hubungan bermasyarakat, menjadikan mahasiswa Asrama Bumi Ganesha (BG) mengadakan acara silaturahmi ke tokoh masyarakat sekitar BG. Kegiatan silaturahmi kali ini adalah mengunjungi galeri milik Kang Dodong, warga masyarakat Cisitu Lama RW 10 yang profesinya sebagai seniman musik.

Kami berangkat bersilaturahmi pada hari Minggu, 8 April 2012, pukul 14.15 WIB, yang sebelumnya berkumpul di depan Ruang Serba Guna (RSG) Asrama Bumi Ganesha. Kegiatan ini diikuti oleh sepuluh orang warga BG yaitu Mas Pandu, Mas Greg, Mas Fatkhur, Mas Novel, Mas Yoga, Hamid, Luhut, Gilang, Najib, dan Zulfikar.

Lokasi galeri Kang Dodong tidak jauh dari BG, yaitu di gang 7, depan Indomaret, Jalan Cisitu Lama 55, tepatnya dipertigaan gang. Di sana ada bangunan berukuran 4 x 3 meter yang belum jadi 100%, yaitu baru selesai bangunan dan lantainya saja. Setelah kami datang, kami disambut oleh Kang Dodong dan juga Bang Zul yang sudah siap menunggu kedatangan kami. Kami duduk di atas tikar yang sudah disediakan dan acara dimulai dengan Mas Yoga mengutarakan tujuan kunjungan ini.

Di galeri milik Kang Dodong inilah kami diperlihatkan berbagai alat musik ciptaan Kang Dodong sendiri yang terbuat dari barang bekas. Alat-alatnya ada yang berbunyi seperti petir, ombak di laut, bayi menangis, suara kereta uap zaman dulu, suara jangkrik, suara angin, dll. Kami diperlihatkan cara memainkan alat musik tersebut dan diperbolehkan untuk memainkannya.

Foto 1 : Kang Dodong yang sedang menunjukkan koleksi karya-karya beliau

Dengan alat-alat musik tersebut, Kang Dodong sudah berkeliling dunia seperti ke Jerman, Singapura, Malaysia, Belanda, Spanyol, dll. Namun hal yang miris terjadi yaitu beliau tidak mendapatkan dukungan dari pemerintah baik berupa bantuan moral maupun material. Beliau berangkat ke acara-acara besar dunia dengan biaya dari pemerintah asing yang mengundangnya. Adapun galeri yang baru berdiri ini adalah bantuan dari Pemerintah Daerah Jawa Barat meskipun baru sebatas berdirinya bangunan. Dan sekarang beliau masih mencari dana untuk tahap penyelesain galerinya.

Foto 2 : Foto bersama di depan Galeri Kang Dodong

Dengan alat-alat musik yang beliau ciptakan, telah menginspirasi banyak orang termasuk kami, bahwa seseorang jangan pernah menyerah dengan keadaan. Adapun pesan dari beliau kepada generasi muda dan juga pemerintah, mari kita lestarikan budaya kita dan menghargai karya dan prestasi orang-orang yang sudah mengharumkan bangsa Indonesia.

Zulfikar Abdurrahman / FMIPA ITB 2011

 

Siji, loro, telu, astane sedeku,

mirengake Pak Guru, menawa didangu.

Papat nuli lima, lenggahe sing tata,

ojo pada sembrana, mundhak ora bisa.

Ajakan untuk adik-adik agar bersiap sebelum belajar.

 

                Doa sebelum belajar mengawali adik-adik belajar sore itu. Dengan semangat baru dan pengajar baru, bimbingan belajar (bimbel) Sosmas kembali hadir untuk anak-anak Cisitu. Wajah-wajah baru nampak asing untuk adik-adik. Adalah Kak Gema, Kak Greg, Kak Didin, Kak Zulfikar, Kak Raras, dan Kak Ias yang mendampingi adik-adik belajar selama bulan Maret 2012. Pribadi tangguh yang rela menyisihkan akhir pekannya untuk adik-adik. Itulah mereka, dari waktu ke waktu, mengajar dengan hati untuk anak-anak Cisitu.

Gambar 1 : Foto Bersama Adik-adik Bimbel

                Tidak kalah dengan bulan Februari, Maret ini menjadi masa-masa belajar yang tak terlupakan untuk adik-adik. Dengan satu jam pertama untuk kegiatan belajar mengajar, pukul 16.00 bimbel in dimulai. Soal matematika, IPA, IPS, dan Bahasa Inggris yang diberikan secara rutin, berupaya untuk mengingatkan kembali pelajaran yang sudah diajarkan kepada adik-adik di sekolah. Seusai belajar, seperti biasa kegiatan belajar dilanjutkan dengan inovasi metode belajar dari kakak-kakak pengajar. Berikut beberapa aktivitas yang dikerjakan adik-adik selama bulan Maret.

 

Jalan-jalan ke Pagelaran Seni Budaya (PSB) di ITB

                Minggu, 25 Maret 2012, adik-adik bimbel Sosmas berkesempatan untuk menengok Pagelaran Seni Budaya yang diselenggarakan di ITB. Didampingi oleh Kak Yoga dan Kak Zul, mereka bergandengan tangan melangkahkan kaki di kampus ITB.

Gambar 2 : Adik-adik saat di ITB

Gambar 3 : Ih, siapa itu ?

Gambar 4 : Ayo, harus berani coba main egrang..

                Diawali dengan melihat-lihat stand kebudayaan yang ada, adik-adik dibimbing untuk mengenal kebudayaan dari berbagai wilayah di Indonesia. Mulai dari stand dari Provinsi Irian Jaya, adik-adik diperlihatkan barang-barang khas Irian Jaya. Dilanjutkan mengunjungi stand  Provinsi Sulawesi Selatan, mengagumi bentuk Tongkonan, rumah adat Toraja, serta mengamati corak motif tiap kain yang dipajang di bagian belakang stand.

                “Itu siapa Kak?, tanya adik-adik kepada Kak Yoga ketika mengamati stand wayang golek di depan mereka. “Yang ini Cepot, tau siapa sampingnya?”, tanya Bapak penunggu stand kepada adik-adik. Polos dan penuh tanya, itulah gambaran anak-anak sekarang ketika dikenalkan dengan budaya asalnya sendiri.

                Langkah mereka terhenti ketika sampai di stand penuh deretan alat musik angklung. “Ada yang tahu darimana asal alat musik angklung?”, tanya Kak Yoga kepada adik-adik. “Jawa Barat!”, jawab mereka serentak. Akhirnya di stand ini adik-adik diajari cara bermain angklung oleh pemilik stand. Dengan masing-masing dari mereka memegang satu buah angklung, mereka di ajari bagaimana memainkannya. Lagu “Balon Ku Ada Lima” tidak sadar dimainkan oleh adik-adik.

Gambar 5 : Bisa teu main angklung ? 

Gambar 6 : Do, Re, Sol….hayo ikutin tangan kakaknya

                Puas mengunjungi stand, adik-adik diajak menonton pertunjukan budaya di panggung utama tepat di Gerbang Depan  ITB. Diawali dengan suguhan tembang Bengawan Solo oleh unit Perkumpulan Seni, Tari, dan Karawitan (PSTK) ITB, dilanjutkan dengan penampilan tembang sekaligus puisi dari unit Lingkung Seni Sunda (LSS) ITB.Diperlihatkan pula penampilan-penampilan dari daerah lainnya seperti tari dan reog. Terlihat adik-adik begitu terhibur dengan pertunjukkan ragam budaya dari berbagai wilayah di Indonesia ini.

 Gambar 7 : Nonton apa tu ?

Belajar Bahasa Inggris dengan Program Rosetta Stone

                Salah satu metode belajar bahasa inggris untuk adik-adik adalah menggunakan program Rosetta Stone. Adik-adik dibagi beberapa kelompok untuk kemudian berkompetisi untuk menjawab soal yang muncul. Sangat lucu ketika soal yang muncul, adik-adik diminta untuk menyebutkan kata dalam bahasa inggris (speaking). Beberapa kali mereka salah dan akhirnya heboh ketika mereka akhirnya dengan benar menyebutkan kata yang diminta.

 

 Gambar 8 : Kakak, gimana ini ngejawabnya?

Gambar 9 : Hayo yang mana yang benar …

Liveskill

                Salah satu aktivitas yang sangat digemari oleh adik-adik adalah belajar dengan praktek. Adik-adik diajak untuk mencoba hal-hal kecil di sekitar mereka yang kadang mereka lupakan. Untuk bulan Maret ini, adik-adik diajari bagaimana menjahit kancing baju yang terlepas. Dengan sehelai benang, jarum, sepotong kain, dan kancing baju, mereka dibimbing untuk memasang kancing baju dengan benar. Tujuan dari kegiatan ini agar adik-adik bisa berlatih mandiri melakukan hal-hal yang selama ini masih dibantu oleh orang tuanya.

 

 Gambar 10 : Ini Kak, Popi bisa ngejahit lhoo..

Gambar 11 : Hasil karya menjahit dari adik-adik

Kerajinan

                Kegiatan  membuat kerajinan ternyata juga digemari oleh adik-adik. Kali ini adik-adik diajak untuk membuat anyaman dari kertas. Walaupun kesulitan, mereka sangat antusias membuat karya mereka masing-masing. Perlahan mereka mulai terampil dan benar dalam membuat anyaman ini. Tujuan dari kegiatan ini agar adik-adik terdorong untuk terampil dan kreatif membuat suatu karya.

 Gambar 12 : Pada ngapain, serius pisan ?

Belajar Main Seruling Bersama Kak  Maliki

                Pertemuan di akhir bulan Maret ini, adik-adik diajari bermain seruling oleh Kak Maliki. Penghuni asrama BG yang memiliki banyak koleksi seruling ini dengan senang hati menunjukkan dan mengajarkan cara bermain seruling yang benar kepada adik-adik. Mulai seruling dari Sunda, Bali, dan Minangkabau, Kak Maliki menjelaskan satu persatu nama dan asal daerahnya, kemudian ditunjukkan cara bermainnya. Terlihat adik-adik terheran ketika melihat cara Kak Maliki meniup masing-masing seruling. Namun, mereka tersenyum lebar ketika suara unik dan merdu keluar dari seruling yang berbeda yang dimainkan oleh Kak Maliki. Di akhir pertemuan, adik-adik ditantang untuk bermain seruling Sunda. Siapa yang berani memainkan seruling dengan benar akan dihadiahi satu buah seruling khas Sunda. Alhasil, dua adik yaitu Syalika (kelas 5 SD) dan Febri (kelas 2 SMP) bisa memainkan lagu Patani dengan menggunakan seruling khas Sunda. Masing-masing dari mereka dihadiahi satu buah seruling Sunda. Diharapkan dengan kegiatan seperti ini, adik-adik dapat mengenal budaya-budaya Indonesia dan menumbuhkan rasa cinta dengan budaya sendiri.

Gambar 13 : Hayuh lihat Kak Maliki, gimana tuh niupnya ? 

Gambar 14 : Febri jago euy..

 

Yoga Sukma Anggita / Teknik Mesin ITB 2010

 

Beberapa  minggu lalu, kita mendapat undangan pernikahan dari salah seorang alumni, yakni Mas Gugun Guntara (BG’02).  Biro RKA langsung mengkoordinir keberangkatan dalam memenuhi undangan tersebut. Sebanyak kurang lebih 15 orang penghuni beserta karyawan dan bibi  ikut serta , acara berlangsung pada 24 Maret 2012 pukul 11.00 WIB,  bertempat di gedung SESKO TNI , Jalan Gatot Subroto No.96, Bandung . Perwakilan dari BG baru tiba di lokasi pada pukul 12.00 WIB

Sesampainya disana para penghuni beserta Bibi dan Karyawan  mengikuti acara tersebut. Tidak lupa kami sempatkan berfoto bersama  pasangan pengantin.

Alhamdulillah kegiatan menghadiri undangan acara pernikahan dari  alumni telah terlaksana.Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada penghuni,karyawan serta bibi yang telah ikut serta dalam memenuhi undangan acara ini.

Salam

Biro RKA

KAM Bumi Ganesha ITB

 

Tidak hanya sekedar asrama untuk tempat tinggal mahasiswa,

BG ada untuk berupaya guyub dan bersahabat dengan masyarakat sekitar.

 

Sebagai salah satu usaha dari Asrama Bumi Ganesha (BG) untuk menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar, asrama BG kerap melakukan silaturahmi dengan tokoh-tokoh masyarakat Cisitu Lama. Target tokoh masyarakat yang akan dikunjungi oleh Asrama BG kali ini adalah kediaman Bapak Wachyu Setiadi, Ketua RW 10, Cisitu Lama. Sosok inspiratif dan penuh semangat ini selalu memberikan ide-ide segar bagi pemuda-pemuda Cisitu Lama, termasuk mahasiswa Asrama BG.

Foto Bersama Pak Wachyu Setiadi

Sabtu, 17 Maret 2012, beberapa sosok pemuda yaitu Mas Pandu, Mas Greg, Hafidz, Zulfikar, Hamid, Ozi, dan Yoga menunda sejenak kewajiban belajarnya sebagai seorang mahasiswa. Sadar akan posisi mereka sebagai bagian dari masyarakat Cisitu, membuat mereka tergerak untuk meluangkan waktu bersilaturahmi ke salah satu tokoh masyarakat Cisitu Lama. Beliau adalah Pak Wachyu Setiadi. Pemimpin Cisitu yang lahir di Gang 4, Jalan Cisitu Lama ini, kini tinggal bersama keluarga besarnya di Gang 2.

Sejenak ngobrol, terasa jiwa pemuda yang menyala-nyala dalam diri beliau. Banyak topik pembicaraan yang disampaikan oleh beliau, tentang mimpinya ingin menghijaukan desa Cisitu Lama, keinginannya untuk menghidupkan potensi-potensi desa Cisitu di bidang seni, budaya, pendidikan, dan kuliner, dan upaya beliau untuk terus menggerakkan pemuda Karang Taruna RW 10. Menurut beliau, untuk bermanfaat bagi masyarakat tidak harus menjadi orang yang benar-benar pintar, tetapi seseorang yang kreatif dan mau memulai. Justru kelak mereka yang akan berhasil. Seperti saat ini, pemuda Karang Taruna RW 10 menambah pemasukan kas nya dengan cara membuat bungkus gorengan dari kertas-kertas bekas yang kemudian dijual. Selain itu, mereka juga membuat sekolah sepak bola secara gratis untuk anak-anak Cisitu.

Banyak ilmu yang bisa dipetik dari beliau. Beliau berpesan untuk teman-teman BG, “Kalau mau mengadakan kegiatan tidak harus kegiatan yang besar, bisa dengan kegiatan yang kecil tapi sifatnya rutin dan bermanfaat. Silahkan teman-teman BG ajak pemuda Karang Taruna, saya tunggu ide-ide kalian.”

 

Yoga Sukma Anggita / Teknik Mesin ITB 2010

 

Sarasehan Alumni BG
Sejak diresmikannya asrama ini pada tahun ’82, hubungan para alumnus BG sudah kuat. Milis yang tidak pernah sepi adalah salah satu tolok ukurnya. Undangan pernikahan yang datang silih berganti (eaaaaaaa) menghiasi mading depan BG, dan grup Facebook antarangkatan yang selalu terisi hal-hal mulai lawakan garing hingga lowongan kerja makin memperkuat ikatan alumni.

Tapi… Pasti beda dong rasanya ketemu di media maya dan ketemu langsung. Maka dari itu, Departemen Eksternal Asrama Bumi Ganesha bakal ngadain Sarasehan Alumni, reuni akbar untuk semua alumni BG dari jaman dangdut, disko, heavy metal, sampai techno. Pokoknya, semuanya kumpul jadi satu.

Cerita apa saja yang akan terlontar dari alumni yang datang? Mari kita tunggu saja, Sarasehan Alumni Bumi Ganesha!

 

Alhamdulillah, Biro Sosial Masyarakat, Keluarga Asrama Mahasiswa Bumi Ganesha (KAM Bumi Ganesha) ITB, bersama pemuda Karang Taruna RW 10 dan RW 12, Cisitu Lama telah menyelenggarakan kegiatan Pengobatan Gratis dan Donor Darah dengan tema “Senyum Sehat Cisitu”. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 Februari 2012 di Asrama Bumi Ganesha ini terlaksana berkat kerja sama antara KAM Bumi Ganesha ITB dengan Paguyuban Alumni Elektro ’99 ITB serta Tim Medis Asy Syifaa, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran (TMA FK Unpad).

Kegiatan yang di mulai pukul 08.30 s.d 14.00 WIB ini terdiri dari tiga kegiatan yaitu Penyuluhan Kesehatan untuk warga, Pengobatan Gratis, dan Aksi Donor Darah. Dimulai dengan pembukaan acara oleh Mas Coni selaku pembawa acara, acara diawali dengan sambutan dari Mas Pandu (Presiden KAM Bumi Ganesha ITB), Pak Wachyu Setiadi (Ketua RW 10), dan Pak Ian (Perwakilan Paguyuban Elektro ITB ’99). Acara dilanjutkan dengan kegiatan Penyuluhan Kesehatan oleh TMA FK Unpad dengan topik “Mengantisipasi Penyakit Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)”. Setelah kegiatan penyuluhan, barulah Kegiatan Pengobatan Gratis dan Donor Darah dimulai. Kegiatan pengobatan dilaksanakan di lapangan olahraga Asrama Bumi Ganesha sedangkan Aksi Donor Darah dilaksanakan di Ruang Serba Guna, Asrama Bumi Ganesha.

Warga yang ingin mendonorkan darah didata dan diperiksa oleh petugas Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Kota Bandung. Dari 34 pendaftar kegiatan donor darah, 25 warga diizinkan oleh petugas PMI untuk mendonorkan darahnya. Untuk warga yang mengikuti kegiatan pengobatan, akan didata ulang oleh panita yang kemudian diberi nomor urut untuk selanjutnya dipersilakan untuk menunggu di ruang tunggu. Warga akan dipanggil sesuai nomor urut yang selanjutnya akan menjalani proses pemeriksaan awal oleh TMA FK Unpad. Setelah selesai pemeriksaan awal, barulah warga menjalani pemeriksaan oleh dokter di bilik pengobatan. Setelah diperiksa, warga diberikan pengarahan dan resep obat oleh dokter. Warga kemudian dipersilahkan untuk duduk di ruang tunggu sembari menunggu dibuatkan obat oleh TMA FK Unpad. Warga yang telah selesai menjalani seluruh proses pengobatan kemudian dibagikan bubur kacang ijo oleh panitia. Dari target 150 warga, hanya 113 warga yang mengikuti kegiatan pengobatan. Hal ini disebabkan karena lamanya warga menunggu antrian pengobatan sehingga banyak warga yang izin pulang tetapi tidak kembali. Selain itu, ada pula warga yang terdaftar oleh panitia memiliki kupon tapi tidak hadir saat pelaksanaan kegiatan. Secara keseluruhan, kegiatan Pengobatan dan Donor Darah ini berjalan dengan lancar dan tertib.

Kegiatan Pengobatan Gratis dan donor darah ini dihadiri oleh beberapa tamu undangan. Dari Paguyuban Alumni Elektro ’99 hadir Pak Ilham, Pak Ian, Pak Erfan, Pak Adiguna, dan Pak Gayuh. Hadir pula Pak Wachyu Setiadi, Pak Atep Tuparsa (Ketua RW 12), dan Bang Zul (Ketua RT 03, RW 10). Dari pelaksanaan kegiatan Pengobatan Gratis dan Donor Darah ini diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Cisitu Lama yang kurang mampu, memberikan bimbingan pola hidup bersih untuk keluarga-keluarga di daerah Cisitu Lama, serta sebagai bentuk pengabdian masyarakat dan kepedulian sosial antarwarga masyarakat Cisitu Lama.

Terima kasih kami ucapkan kepada pihak Paguyuban Elektro ’99 yang telah menginisiasi dan mendanai kegiatan Pengobatan Gratis dan Donor Darah ini. Terima kasih juga kami ucapkan kepada Tim Medis Asy Syifaa, FK Unpad yang telah membantu sebagai panitia medis. Kepada tokoh-tokoh masyarakat Cisitu Lama, terutama Pak Wachyu Setiadi, Ketua RW 10, dan Pak Atep Tuparsa, Ketua RW 12, atas segala bantuan dan masukannya, kami ucapkan terima kasih. Tidak lupa terima kasih kami ucapkan kepada segenap warga Asrama Bumi Ganesha, pemuda Karang Taruna RW 10 dan RW 12 yang ikut serta sebagai panitia, serta masyarakat Cisitu yang mendukung terlaksananya kegiatan ini. Permohonan maaf kami sampaikan atas segala kekurangan dan kesalahan dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Semoga kegiatan ini dapat dirasakan manfaatnya oleh semua pihak.

Kedepannya, semoga kerjasama antara KAM Bumi Ganesha ITB, Paguyuban Alumni Elektro ITB ’99, TMA FK Unpad, Pemuda Karang Taruna RW 10 dan 12, dan warga masyarakat Cisitu Lama, semakin terjalin dengan baik.

Adapun Laporan Pertanggungjawaban kegiatan ini dapat diunduh di sini.

Yoga Sukma Anggita / Teknik Mesin ITB 2010

 

Menu Baru Pujasera

© 2011 - 2012 Bumi Ganesha Suffusion theme by Sayontan Sinha